Dari Manual, Petani Beralih Gunakan Alsintan Modern
SINTANG - REPORTASE.ID, Penerapan teknologi yang dikembangkan pemerintah dalam pengelolaan sektor pertanian, terutama tanaman pangan sudah semakin maju. Salah satunya adalah mesin perontok padi permanen nan canggih.
Bang Ujang, petani tradisional Dusun Kenukut Desa Kebong Kecamatan Kelam permai, Sintang, Kalimantan Barat salah satu yang merasakan dampak positif penerapan teknologi sektor pertanian tersebut. Menurutnya, hanya dengan waktu kurang dari satu jam, padi di atas lahan seluas setengah hetare miliknya rampung dipotong dan dirontokkan dengan mesin perontok padi. �Jika manual perlu waktu lebih dari satu minggu,� ujarnya sedang melakukan aktifitas, jumat (5/7/2017).
Selain dapat memanen padi dengan cepat, penggunaan mesin perontok padi menurut Bang Ujang juga irit biaya. dan jauh lebih gampang dibanding dengan panen cara manual yang masih perlu biaya ongkos angkut sebagai biaya tambahannya.
Tak hanya itu, penggunaan mesin perontok, lanjutnya, juga dapat mengurangi risiko kerugian hasil panen yang disebabkan faktor alam dan serangan hama; tikus dan burung. Karena semakin lama waktu pemanenan, risiko padi rontok juga semakin tinggi.
Keuntungan lain dari penggunaan mesin perontok padi, tak perlu lagi pengolahan khusus tanah di pematang sawah karena telah gembur digilas mesin perontok. �Limbah padi sisa perontokan yang tertinggal di atas lahan, akan terurai dan menjadi pupuk alami,� ungkap Bang Bujang.
Duman.S.sos, Kepala Desa Kebong mengatakan, keberadaan teknologi baru dalam sistem pengolahan pertanian di desanya sangat membantu para petani. Disampaikannya, Desa Kebong memiliki luas persawahan produktif. Lahan seluas itu akan sangat menguras waktu dan tenaga para petani saat memanennya.
�Menggunakan mesin perontok, risiko kerugian dan biaya tinggi bisa dihindari petani. Tak perlu lagi khawatir akan ancaman alam dan padi bisa langsung disimpan di gudang,� kata Duman (Alex)
Bang Ujang, petani tradisional Dusun Kenukut Desa Kebong Kecamatan Kelam permai, Sintang, Kalimantan Barat salah satu yang merasakan dampak positif penerapan teknologi sektor pertanian tersebut. Menurutnya, hanya dengan waktu kurang dari satu jam, padi di atas lahan seluas setengah hetare miliknya rampung dipotong dan dirontokkan dengan mesin perontok padi. �Jika manual perlu waktu lebih dari satu minggu,� ujarnya sedang melakukan aktifitas, jumat (5/7/2017).
Selain dapat memanen padi dengan cepat, penggunaan mesin perontok padi menurut Bang Ujang juga irit biaya. dan jauh lebih gampang dibanding dengan panen cara manual yang masih perlu biaya ongkos angkut sebagai biaya tambahannya.
Tak hanya itu, penggunaan mesin perontok, lanjutnya, juga dapat mengurangi risiko kerugian hasil panen yang disebabkan faktor alam dan serangan hama; tikus dan burung. Karena semakin lama waktu pemanenan, risiko padi rontok juga semakin tinggi.
Keuntungan lain dari penggunaan mesin perontok padi, tak perlu lagi pengolahan khusus tanah di pematang sawah karena telah gembur digilas mesin perontok. �Limbah padi sisa perontokan yang tertinggal di atas lahan, akan terurai dan menjadi pupuk alami,� ungkap Bang Bujang.
Duman.S.sos, Kepala Desa Kebong mengatakan, keberadaan teknologi baru dalam sistem pengolahan pertanian di desanya sangat membantu para petani. Disampaikannya, Desa Kebong memiliki luas persawahan produktif. Lahan seluas itu akan sangat menguras waktu dan tenaga para petani saat memanennya.
�Menggunakan mesin perontok, risiko kerugian dan biaya tinggi bisa dihindari petani. Tak perlu lagi khawatir akan ancaman alam dan padi bisa langsung disimpan di gudang,� kata Duman (Alex)

Post a Comment