Header Ads

Bupati Gidot : Perawat Harus Terampil dan Bersertifikat

BENGKAYANG - REPORTASE.ID, Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat, Suryadman  Gidot, membuka Seminar dan Workshop Keperawatan di Aula Lantai V, Kantor Bupati Satu Atap, Jalan Guna Baru Trans Rangkang, Sabtu 12 Agustus 2017 pada pukul 09.00 Wib. Seminar dan Workshop dihadiri 260 orang perawat dari 566 orang perawat se Kabupaten Bengkayang.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot bersyukur karena PPNI dapat selenggarakan Seminar dan Workshop atas ini inisiatif dari Seluruh Insan Perawat.

Gigot mengajak agar perawat jangan jadi penonton akan tetapi menjadi pelaku, apalagi seiring cepatnya perkembangan Informasi Teknologi.

Dikatakan Gidot, perawat jangan lagi cuma jalankan perintah, akan tetapi harus kreatif dan salah satunya dengan adanya Seminar dan Workshop semakin menambah ilmu pengetahuan dan profesional dalam melayani.

Tantangan bukan saja bersaing dengan lokal, regional dan internasional akan tetapi dengan persaingan cepatnya perkembangan Informasi Teknologi.

Sebagai contoh dalam waktu cepat kita dapat mengetahui apapun yang terjadi didunia sekitar dan dunia luar dan sebaliknya dunia luar juga tahu apa yang terjadi di Wilayah kita dengan cepat, kata Gidot.

"Gidot meminta agar perawat melaluo wadah PPNI dapat didorong agar segera memiliki sertifikat keperawatan dan berikan pelayanan dengan teliti bagi yang belum ada sertifikat.

Sehubungan adanya aturan mewajibkan adanya sertifikat maka perawat harus miliki sertifikat karena itu penting dalam hal memaksimalkan pelayanan yang baik.

Dan menyangkut identitas perawat Ia meminta agar pada acara resmi perawat dapat gunakan atribut  dan identitas resmi, termasuk pada seminar kali ini," Ujarnya.

Sementara itu Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bengkayang, Lius, menyampaikan terima kasih karena Bupati Bengkayang Suryadman Gidot telah berkenan hadir dalam membuka Seminar dan Workshop.

Seminar dilaksanakan selama satu hari dan dihadiri sebanyak 260 orang perawat dari sekitar 566 orang Perawat se Kabupaten Bengkayang.

Dan kali ini dengan nara Sumber Workshop Aplikasi Nursing care Management dalam fokus group diskusi Dokter Kelana Kusuma Dharma, dan materi Seminar Keperawatan dengan Tema Aspek legalitas perawat dalam praktek mandiri Keperawatan oleh Pengurus PPNI Provinsi Kalimantan Barat.

Saat ini Ada 9 Organisasi Profesi Bidang Kesehatan, yaitu IDI (Ikatan Dokter Indonesia) PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), IBI (Ikatan Bidan Indonesia), HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Ligkungan), IAKMI  (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi indonesia), PPGI (Persatuan Perawat Gigi Indonesia), IAI (Ikatan Apoteker Indonesia), PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia)," Jelas Lius (Kur)

Diberdayakan oleh Blogger.